Tags

, ,

Konyol..

entah kenapa setiap detik yang berlalu, manusia selalu berharap harapan-harapanya selalu terwujud. Bimsalabim muncullah kenyataan dari sebuah anganan. egois.

Konyol..

detik demi menit pun berlalu dalam putaran seorang manusia. rahasia satu ke rahasia lainnya pun akan bertambah. minimal aib badan diri kita. dan kita selalu takut untuk diperlihatkan rahasia itu, namun kita akan semangat mulai mendengar hingga bercerita tingkah laku seorang preman yang sedang merokok dan memasuki fakultas kedokteran atau seorang cowok berjenggot yang sedang khusyu membaca al-quran disela antrian bank. ah hati.

Konyol..

tumpukkan buku meninggi hingga terbentuk menara eifel ala pemilik yang rajin membaca dan membeli buku ini. hingga kalau teman-temannya main ke kamarnya mereka berdegup kagum akan keluasan pengetahuannya ketika hanya melihat menara buku itu berdiri. namun ketika di minta menuliskan sebait dua bait hingga beribubiruribu tulisan dalam bentuk karya menulis dia memilih mengupdate status facebook dan berkata, “ yeay !! satu buku sudah selesai terbaca lagi, target 30 buku sehari bisa tercapai “. ah pamer.

Konyol..

terpesona akan satu kelebihan orang pun menjadi pekerjaan part time sehari-hari. memandang instagram yang penuh karya-karya orang kece mulai bidang fotografi, desain grafis, hingga videografi ataupun jurnalistik. dan berkata “ kece badai, dah. aku ingin belajar sehabis siang ini berlalu “. Sehari dua hari ketiga hari berlalu dan ia pun hanya memandang instagram, menontonnya saja. begitulah pilihannya berbunyi. ah lemah usaha.

Konyol..

Mata tak bisa tidur, perut mules tanpa alasan, keringat dingin hingga menanggapi whatsapp orang judesnya minta diampunin. kekhawatiran menjadi avatar yang ia akan kuasai ketika melalui satu hal yang baru bagi hidup. mulai berpikir yang tidak-tidak, yang sebenarnya bisa saja tidak sesulit dalam pikiran ataupun malah tak semudah yang diharapkan. yaa.. khawatir pada dunia lebih spontan terpilih dalam dua pilihan. ah manusia kita itu apalah bagi-Nya. Bukankah kedokteran itu pilihan-Nya bukan pilihanmu. pede banget untuk menyerah.

Konyol..

Tulisan ini ada karena inilah aku. Sang penulis sendiri yang butuh orangtua, adek, kawan hingga teman hidup seumur surga tempat akhir untuk menghilangkan ke konyolan-konyolan diatas. Bukankah kita sama? yang sama-sama suka bercerita sedikit demi sedikit bercerita keadaan kita di waktu yang tetap beserta tempat duduk bercanda rius gurau.

Konyol ya..

Terima kasih.

 

Advertisements