Kemarin, tepat satu bulan. Satu bulan aku membuka tabir kejujuran padanya untuk dapat menghilangkan rasa berharap dalam setiap doa-doaku. Aku takut mencemari doa yang sesungguhnya, atau sering disebut doa memaksa. Aku tau, Allah SWT sangat menginginkan hambanya berharap. Berharap dengan berjuta-juta keinginan dengan keyakinan hanya Allah yang bisa mengabulkan. Sebuah ibadah keyakinan. Tetapi berbeda dengan tabir ini, aku selalu menyebut namanya dalam doa. Aku belum bisa ikhlas saat tabir ini tak segera dibuka. Dan sebulan yang lalu kamu pun tau, dan saat itu aku bisa beribadah ikhlas kembali kepada-Nya.

” Kenapa tiba2 tanya? ” sahutmu di japrian whatsapp kemarin siang.

Pembicaraan kita saat itu mungkin masih dalam atmosfir bahagia, bayangkan saja isi japrian kita saat itu adalah pembullyan aku (lagi). Seperti biasa, moment ini selalu ada, karena saat itu saat senyum kita sama-sama terlukis di wajah. Cara yang unik, ternyata.

Dan semoga saja, sama-sama tertawa saat itu ketika sama-sama membaca isi japrian kita bukanlah kepalsuan, karena aku tidak bisa mevalidkan melihat kamu tertawa. Dunia sudah berubah, dunia sekarang hanya cukup dengan melihat layar dan diwakilkan emoticon untuk menyampaikan apa yang dirasa. Jujur. Aku lebih senang dibully langsung dihadapanmu. Karena aku bisa tau kejujuran raut wajahmu. hahaha..

” Karena saya baru tau Allah dan Rasul gak suka **, boneka cuman diperbolehin buat yang masih anak kecil. Dan ***** mah kan udah gede ” jawabku atas pertanyaan singkatmu yang disertai kejujuranmu.

Kamu pun menjawabnya dengan santainya ” Yaudah udah dikasih, udh jadi hak sy kan? “. Kamu masih aja bisa respect walaupun itu hal yang kamu benci.

Sengaja…

Sengaja aku menanyakan setelah satu bulan berlalu, setelah kamu tau bahwa aku belum sepenuhnya mengetahui hal-hal yang kamu tidak suka. Bahwa aku masih belajar dan akan selalu belajar mengurangi dosa-dosa yang ada dan tentunya belajar mengenal-Nya dengan detail, jelas hingga sangat sangat mencintai-Nya.

Maafkan akan kecerobahan dengan kedangkalan ilmuku.. semoga sebulan yang lalu bukan menjadi hari terburukmu selama 21 tahun berlalu di tanggal yang sama setiap tahunnya. maaf.

Advertisements