Aku yakin tak semua kata menunggu adalah kata yang membosankan. Toh, di bulan Ramadhan ini aku selalu menikmati saat awal sahur bergulir hingga bertemu adzan berbuka. Menunggu itu seru, tak selamanya bosan. Toh, itu yang kamu dan Kamu minta.

Kalau kata kakak tingkat sebut saja mba innes tadi siang, saat bertemu yang sesungguhnya ingin hanya membahas job yang diberikan padaku. Eh nyrempet ‘masa depan’. Sudah terlanjur, yasudah cerita deh. Toh, saya bingung hingga saat ini tempat cerita (manusia) yang bisa menanggapi cerita saya dengan objektifitas yang kuat. Dan mba innes pun menjadi tempat cerita. Ohya mba innes sudah menikah, jadi posisinya saya berani karena mba innes juga sudah merasakan kata ‘masa depan’ itu hahaha, kalau kata kajian tiap selasa, kamis dan sabtu itu tuh… Ngaji sama sang ahli. Nah mba innes ahlinya untuk saat ini XD

Beliau menceritakan, bedanya lelaki yang serius dengan perkataannya dan orang yang hanya suka dengan perkataannya adalah tidak meminta menunggu kepada si hawa. Dia akan selalu standby jika si hawa sudah ingin dihampiri dan dijemput dari pangkuan kedua orangtua. Dia berani mengungkapkan yang disertai kata tanggung jawab apapun yang terjadi nanti. Dan itulah yang diinginkan secara general dalam bawah pikiran seorang hawa.

Ah mba innes ini menjabarkannya membuat geer serta was-was tingkat tinggi. Geer apakah jawaban dia adalah pertanda baik namun belum waktunya untuk ia katakan, atau was-was karena dia tak ingin menyakiti perasaan seorang adam yang fakir ilmu ini. Hipotesis lagi dan lagi dalam otak ini, duh pikiran hawa bisakah ada yang meminjamkan ads subtitlenya -____-”

Yah, setelah bertemu kira-kira 2 jam yang 1 jam lebih dikit diisi saya curhat mengenai ini dan sisanya baru job hahaha. Berakhir saran dari beliau dan saya sepakat, bahwa rasamu dijalanin dengan baik dan benar. Ikuti aturan mainnya si hawa jika itu adalah pilihanmu. Toh, kamu dan si hawa hanya cukup taat sama pilihan dari-Nya jak.

Dan ditutupi dengan kalimat “Sukses jak, mba doakan yang terbaik. Mba setujuin kalian banget loh”

Duh makin geer dah hati yang rapuh dengan sebuah harapan ini -.-”

#abaikan #abaikan ~

Advertisements