Malam itu menjadi malam yang tak biasanya dari malam lainnya dalam seminggu ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, awal ibadah isya pun sudah lewat dan untuk ibadah tahajud pun masih terhitung lama, namun toa masjid belakang kontrakan mengeluarkan bunyinya.

Dan seisi kontrakan menjadi sunyi dadakan, yang awalnya ramai dengan teriakan adu permainan PES. Mereka melakukan itu hanya untuk ingin mendengar apakah yang akan tersampaikan dari toa yang tua itu.

Dan.. Innalillahiwainalillahirojiun menjadi kata pembuka setelah ucapan salam, sebuah berita lelayu.

Teman.. saya hanya ingin berbagi renungan dalam beberapa pekan ini..

Sebuah pertanyaan sederhana yang tak mungkin kita bisa menjawabnya, bukan karena susah namun kita kehabisan waktu..

Apakah perasaan kita, saat nama kita diucapkan dalam berita lelayu itu?

Dan… jujur saya merasa takut. Bukan, bukan karena tak bernyawa lagi dan tak bisa bernafas dengan oksigen, namun takut karena tak memiliki kesempatan bertaubat kembali..

Ya Rabb.. saya takut.

Advertisements