[#Lirik Lagu] – Jodoh Dunia Akhirat by Kang Abay

Cover-MIZANIA-Jodoh-Dunia-Akhirat-kecil

Kumerayu Pada Allah yang tahu isi hatiku
dimalam hening aku selalu mengadu
Tunjukan Padaku…

Kuaktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
Kuikhlaskan Pengharapanku dihati
Siapa Dirimu…

Dalam kesabaran kumelangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan aku jaga hingga
Allah persatukan kita….

Reff :
Jodoh Dunia Akhirat
Namamu Rahasia
Tapi kau ada dimasa depanku

Kusebut dalam doa
Kuikhlaskan rinduku
Kita bersama melangkah ke Surga, Abadi…

“Bukan Cinta yang memilihmu, Tapi Allah yang memilihmu…Untuk kucintai…”

*~ Ramadhan 1436 H, masih ada ramadhan lainnya sebagai waktu tunggu ~*

#JombloTraveller – Mimpi Buruk

Tags

,

“Dew, gw gak yakin sama si Hendy. Dia kemarin malam mutusin gw pas sehabis merayakan ultah gw. Alasan si doi sih karena ingin insyaf, gak mau lagi berdua-duaan apalagi mengumbar kata manis. Dan Takut dosa itu kata-kata yang teringat sampai sekarang dari doi. Tapi dew, gw gak bisa hidup tanpa Hendy, siapa lagi yang akan selalu dengerin cerita gw dan bisa buat senyum gw muncul, siapa lagi yang siap selalu menjemput gw dimanapun dan kapanpun, siapa lagi dew, gw gak bisa hidup ditinggalin si doi. Ini mimpi buruk gw! “ pungkas si gadis manja ini di depan sudut kelas 2-2.

Sebut saja namanya Putri, dan sikapnya pun seperti namanya, yaitu putri kayangan yang penuh dengan rengekan hanya untuk mendapat perhatian sang pangeran. Cewek tercantik di SMA Selokan Mahakam, maupun masih kelas 2 SMA namun dari kakak tingkat hingga adek tingkat banyak yang naksir dengannya. Dan berakhir di Hendy, kapten tim basket yang juga satu kelas dengan si putri yang berhasil mengambil hati putri cantik jelita nan manja ini.

“Ehm.. Ehm.. Ehm..“ suara dua lelaki yang bersamaan ini pun memecahkan suasana drama antara dewi dan putri.

“Eh ada Mas Pramblo dan Pak Aji, kami ada salah kah pak hingga didatangi begini?” jawab Dewi yang mencoba menutupi wajah putri yang kusut dikarenakan tangisan yang belum berhenti.

“Oh.. ada salah kalian. Suara tangisan si tuan putri tadi jadi noise gw dan Pak Aji saat ingin menuju ruang MPK, jadi mampir deh kami. Siapa tau si Pak Aji, guru muda nan sholeh dan pintar ditambah super bijaksana ini mau kasih solusi. Pak aji gak kalah jago sama Pak Mario Teguh yang ada tipi-tipi itu tuh.. gw aja ini sudah kena tipu muslihat beliau untuk ikut ngaji pekanan bareng beliau setiap rabu malam dirumahnya, padahal baru aja 2 bulan jadi guru kita-kita di kelas 3.” jawab si pramblo yang panjangnya seperti ngasih kultum ini.

“Yee.. si Pram ini tidak ada sopan-sopanya sama saya. Pantasan aja jomblo terus kamu pram. Siapa tau jodohmu terhambat karena hal sepele seperti menghormati yang lebih tua.“ sahut sewot saya.

“Jadi ada apakah gerangan disini dek Dewi dan Putri? Sini duduk diatas kursi bareng bapak dan Mas Jomblomu ini. Siapa tau bapak bisa membantu memecahkan semuanya.” Lanjut saya untuk berusaha meredakan suasana di TKP ini.

Dan curahan hati dari Putri mulai dari awal bertemu dengan Hendy hingga kejadian semalam pun tersampaikan dengan detail di hadapan sohibnya, Pak Aji dan tentunya si master jomblo, Mas Pram. Air mata putri pun mengalir hingga membuatnya sesak nafas, hendy seperti bagian hatinya yang telah menghilang, walaupun ini hanya berupa cinsu, cinta palsu bukan cikad, cinta akad. Kedua lelaki itu pun memilih diam menyimak dengan seksama, karena mereka tau terkadang masalah itu solusinya dengan hanya bercerita saja.

“ Jadi begini dek Putri, pada awalnya, semua orang bangga dengan pilihannya. Seperti memilih berpacaran dengan cinta. Tapi pada akhirnya, tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikannya. Dan menurut bapak, pilihan Hendy merupakan pilihan tepat untuk waktu sekarang, mungkin ia memilih untuk memantaskan diri dulu dengan dirimu yang begitu sempurna. Bukankah yang baik akan bertemu pula dengan yang baik, dek Putri? Jadi dukunglah pilihan insyaf Hendy jika kamu ingin bertemu di surga bersama-sama, dan masih panjang cerita hidup dek Putri yang harus dibangun.“ jawab tanggapan saya.

“Nah, makanya jadi High Quality Jomblo In The World And Akhirat, Put. Gunakan waktu jomblo lu untuk menambah kawan sebanyak-banyaknya, berprestasi hingga mendapat universitas terbaik untuk masa depan lu. Lebih asik nonton bioskop rame-rame kan, daripada cuman berdua aja. Krik.. krik kale, Put. Dan satu hal lagi nih Put, yang tersulit itu bukan memilih, tapi bertahan pada pilihan. Jadi, mau gabung komunitas yang gw buat nih put?.” timpal si Mas Pramblo.

“Komunitas? Komunitas apa emangnya mas pram? “ sanggah kedua cewek itu bersamaan.

“ Komunitas JKB, bukan JKT 92 loh, tapi Komunitas Jomblo Kece Badai. Jadi yang ingin mengembangkan waktu jomblomu dengan maksimal, mari gabung ke komunitas ini segera! Hehe… “ jawab bangga si master jomblo ini.

“ Waah.. ide bagus mas. Kami daftar pertama yap mas! Pak Aji yang jadi pembinanya kan mas? “ Sahut tuan Putri sambil mengusap sedih di matanya yang sekarang sudah lebih tenang akan pilihan yang ada.

“ Hmm.. yuk mari kita lobby Pak Aji sekarang Dew, Put! “ jawab mas pram dengan sambil melirik si guru muda nan sholeh dan pintar ini.

“ Duh.. kalian ini, emang ya masa muda itu masa paling mengasikkan. Saya siap deh! “ sahut saya dengan senyum terindah yang ada di TKP saat ini.

***

#JombloTraveller – Rahasia Sendiri

Tags

,

Selamat pagi Indonesia.
Selamat pagi juga siswa-siswi.
Perkenalkan semuanya.
Cukup panggil saya, Mas Aji.

Pagi ini pun, menjadi titik awal kehidupan baru saya, yaitu berkarya melalui sektor pendidikan. Tampang boleh anak jaman baheula, namun masalah iman? Hmm.. juga hanya Allah yang tau.

“Perkenalkan semuanya, nama lengkap saya, Aji Budiman. Asal daerah dari luar Pulau Jawa, sebut saja Balikpapan. Dan sekarang saya menjadi guru matematika kalian yang baru. Selamat menikmati!“ Seru saya untuk pertama kalinya di sekolah yang akan saya jalani dalam beberapa tahun kedepan.

“Pak Aji, gw kira bapak guru ngaji kita yang baru. Habis shaleh banget Pak, ngajar pakai peci segala!“ teriak salah satu murid yang duduknya di pojok kanan belakang. Jujur saja, saya tidak terbiasa dengan bahasa gaul anak jaman sekarang yang cara penulisannya pun masih terlihat penuh keraguan. Ada yang menulis dengan lu gw atau loe gue, ya terserahlah apapun itu. Yang penting saya tidak suka.

“Hmm.. kamu yang tadi nanya, namanya siapa?“ pintaku tanpa menjawab pertanyaannya.

“Nama gw Pram, namun temen-temen biasanya memanggil dengan panggilan Pramblo. Gw bangga dengan status kejombloan gw selama lahir, Pak. It’s my prinsip.” jawab anak itu.

“Mblo? Bapak jadi teringat satu pesan yang tertulis di spanduk ramadhan dekat sekolah kita. Kalau tidak salah isinya begini. Raihlah berkahnya Ramadhan dengan kesendirianmu bersama-Nya setiap ibadah yang dilakukan. Boleh juga prinsipmu Pram, salut!” kilah saya untuk menyudahkan pembicaraan, dan bersegera memulai pelajaran.

“Tunggu Pak, saya jadi penasaran dengan spanduk itu, Pak. Kenapa berkah dengan kesendirian Pak, bukannya kalau sudah menikah, nilai pahalanya lebih gede?” sahut gadis yang duduk tepat depan meja saya.

“Hmm.. baiklah. Sebenarnya Bapak hanya diberi waktu setengah jam memasuki kelas, dan sisanya akan diisi oleh perpisahan Pak Ketut yang akan pensiun esok hari,”

“Jadi begini anak-anak, kesendirian disini bermakna hanya dirimu dan Allah lah yang tau. Pernah dengar kan, dengan kesendirian saat beribadah, disaat itu pula kita akan merasakan betapa rintihnya kita dengan masalah yang ada, dihadapan solusi yang diharapkan turun dari kuasa-Nya. Apalagi di bulan suci ini, perbanyaklah ibadah rahasia kalian. Toh di akhir zaman kita hanya bertanggung jawab sama amalan kita sendiri.” jawab saya dengan berapi-api

“Ooohhh… ” serentak satu kelas kompak berucap.

“Jadi masa jomblo kalian gunakan dengan maksimal, seperti berprestasi, ikut organisasi, hingga mendalami agama dengan kuat. Oh iya nama kamu siapa dek?” Tanya saya.

Tok tok tok…

“Ehm, ini kok jadi seperti pengajian yaa, bukan kelas matematika, Pak Aji.” Seketika sosok Pak Ketut didepan pintu kelas memecahkan suasana.

“Eh.. Pak Ketut, maaf kebiasaan saya saat masih siswa hingga mahasiswa masih tertanam rapih. Kelamaan jadi anak organisasi seperti ini nih, monggo Pak masuk. Pas waktunya Bapak mengisi perpisahan ini,” jawab saya.

Dan, suasana kelas pun kembali seperti semula. Ada yang mulai memainkan gadgetnya dengan diam-diam, mencorat-coret meja, bergosip antar bangku, namun berbeda pada 2 penanya tadi. Mereka terlihat merenungkan dengan seksama penjelasan singkat makna kesendirian yang sudah jarang ditemukan di masa kekinian ini.

***

Seharusnya sih …

Pengobatan Kondisi Emboli

Pengobatan yang dilakukan pada kondisi emboli sangat bergantung kepada penyebab munculnya penyumbatan, ukuran penyumbatan yang muncul, dan lokasi penyumbatan tersebut.

Obat-obatan bisa diberikan untuk melarutkan penggumpalan darah yang muncul.  Pengobatan ini dikenal dengan nama trombolisis dengan memakai obat-obatan antikoagulan. Obat yang biasanya digunakan adalah warfarin, heparin, dan aspirin dosis rendah. Obat-obat ini bisa mencegah bertambahnya darah yang menggumpal dan membuat darah menjadi tidak terlalu kental.

Embolektomi adalah prosedur operasi  yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sumbatan yang terbentuk. Pembuluh darah yang mengalami penyumbatan akan dibedah dan sumbatan yang ada akan disedot.

Khususnya pada kasus emboli yang terjadi karena gelembung udara, pasien akan dimasukkan ke dalam ruangan hiperbarik. Tekanan udara di dalam ruangan hiperbarik lebih tinggi dari tekanan udara di luar ruangan. Dengan cara ini, ukuran gelembung udara di dalam tubuh seorang penyelam akan berkurang.

Mencegah Emboli

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya emboli.

Menurunkan berat badan. Jika mengalami berat badan berlebih, lakukan olahraga secara teratur dan lakukan diet rendah kalori untuk mencapai berat badan yang sehat.
Berhenti merokok.
Pola makan sehat. Mulai biasakan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, rendah lemak, dan rendah garam.
Berolahraga. Lakukan olahraga setidaknya dua setengah jam dalam seminggu agar tubuh tetap aktif dan aliran darah lancar

sumber: alodokter.com

Mata, Telinga dan Hati

Kekinian

Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
QS: Al-Mulk : 23

Sebuah pernyataan yang tak pernah kita mengetahui, jika tak kita mendahului menunduk daripada mengangkat kepala. Sebuah pertanyaan mendasar, mengapa yang pertama diberikan oleh-Nya bukan berupa akal, fisik hingga keyakinan. Bukankah Allah berhak untuk memberikan apapun pada ciptaan-Nya? Kalau ingin islam jaya, Allah bisa saja memberikan ketiga hal diatas semenjak kita dilahirkan.

Inilah konsep belajar yang sudah Dia amanahkan kepada kita semenjak dilahirkan di muka bumi ini. Tak akan pernah bisa seorang bayi mengerjakan soal kalkulus, dan tak akan pernah bisa seorang anak kecil dapat membedakan yang mana kulkas dan knalpot, dia akan sama-sama memegangnya ketika penasaran. Tak mengenal itu bahaya atau bahagia.

Bayangkan saja, ketika kita dilahirkan mendapatkan cobaan tak bisa mendengar namun bisa melihat. Ia akan tau bentuknya mobil namun tak akan tau fungsinya seperti apa hingga namannya pun apa. Pun sama ketika dilahirkan tak bisa melihat namun bisa mendengar, ia akan mempunyai imajinasi bentuk gajah yang berbeda daripada orang normal lainnya. Dan ditambah hati, tempat iman bersemayam saat janji syahadat ruh kita ucapkan. Maka raga ini yang akan menjadi penentu kita berjalan dijalan-Nya ataupun sebaliknya.

Oleh karena itu, Allah mengingatkan di akhir ayat surah Al-Mulk:23 berupa teguran kepada kita “amat sedikit kamu bersyukur”. Tanpa media pembelajaran berupa mata dan telinga plus iman, kita tak akan mengenal namanya berkembang dan berfakir diri dengan keimanan akal bahwa kita diciptakan bukan menciptakan apapun. Masih ada yang berhak akan titipan raga ini yaitu Sang Pencipta yang memberikan mata, telingan dan hati.

Siklus hidup pun akan berjalan dengan teratur, seorang bayi tak akan bisa memimpin sebuah negara dan seorang presiden akan ada yang melampui dirinya di jaman kelak oleh para bayi generasi kedepan. Maha Sempurna, Allah yang mengatur sebab akibat di dunia ini dengan persentase kesalahan 0%. Dan kita mahkluk terbaik yang Ia ciptakan selama ini, maka tidak malukah kita ketika tak pernah bersyukur?

Keteraturan yang sangat teratur dimana kita hanya diminta beribadah dan bersyukur berdasarkan kepahaman (Al-Fahm) kita. Semua butuh waktu yang ditunggu dan menunggu. Mata, Telinga, dan Hati kita pun menunggu saat ia dapat berbicara disaat sekarang hanya bisa memperhatikan tindak tanduk tempat mereka bersemayam.

Ringkasan malam pekanan, 7 Mei 2015
[at] Kontrakan Berkah Sang Murabbi
(c) Rezha Aditya

Mohon doanya …

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

Pagi tadi tidaklah pagi biasanya, terhitung subuh bersama yang dilakukan. Setelah beberapa menit kamu menaiki lantai 2, dimana kamarmu berada. Kamu dengan raut wajah yang masih terlihat berkas menangis, ditambah suaramu yang berat karena sesuatu yang pastinya baru kau dapat saat itu. Kamu berkata, ” Mas, sebentar lagi antar aku ke terminal ya, aku mau pulang ke rumah “

Saat itu, aku hanya bisa terdiam dan mengiyakan apa yang kamu minta. Sembari kamu balik ke kamarmu kembali, sempat terbahas sekilas bersama teman sekamarku mengenai keadaan yang tak biasanya ini. Dan kami berkesimpulan jangan dulu menengokmu di atas, biarkan kami mendapatkan info lengkap darimu langsung.

Sejujurnya, pagi ini aku ada jadwal ngampus yang tak bisa ditinggal. Beruntung yang tak dikira pula, teman sekamarku ini memiliki jadwal yang kosong saait itu pula. Harap dimaklumi, kami setelah matahari menyinar sudut ruang rumah, saat itu pula kami telah bertebaran di muka kampus. Dan suara pintu khasmu ketika terbuka dan tertutup pun kami dengar dari lantai dasar, pertanda kamu siap untuk berangkat menyambut info pagi tak biasa ini. Sudah kami duga, mata hingga auramu masih sama dengan pagi tadi, tak sesemangat seperti biasa kami bertemu denganmu setiap pagi.

Dan berangkatlah kamu beserta teman sekamarku menuju terminal. Sebelum berangkat aku hanya bisa menyempatkan berkata ” Jika butuh bantuan, kabari segera “, dan kamu hanya menganggukan kepala pertanda mengiyakan. Motor yang membawa kalian pun sudah tak terdengar dari kamar dimana aku pun sedang menyiapkan diri.

Hati-hati ya adek angkatan mungkin sudah aku anggap adek kandungku hingga sahabatku yang telah mewarnai 2 tahun belakangan ini. Hilman Fitriansyah. Semoga ibumu diberikan yang terbaik oleh Dia, diberikan kesehatan dan kekuatan, yang aku yakin kamu kuat dan akan menguatkan keluarga-keluargamu disana.

Dan mohon untuk yang tak sengaja membaca tulisan ini, untuk serta mendoakan ibu kawan saya, yang jam 3 sore ini telah selesai menjalankan operasi untuk menyembuhkan pendarahan otak.

Kami tunggu kabar baiknya, dan siap membantumu. tertanda kawan-kawan kontrakanmu 🙂

Naskahku #1

Tags

,

11

 

Assalamualaikum, makhluk mikro yang bersemayam di dalam tubuh ini. Pertama-pertama ingin mengucapkan terima kasih, tanpa kalian aku tak akan pernah ada tulisan ini. Serta berkat kalian, wisuda kedepan akan menjadi cara kalian membawa saya kesana, semoga dipermudah.

Sel darah putih akan menjadi sumber deteksi program yang sedang saya kerjakan. Satu per satu data mulai saya temui, dan meminta mereka berpisah antar satu bagian menjadi satu bagian utuh. Kemudian akan dilatih dalam padepokan “opencv” untuk saling mengenal dan dikenal. Ah perjalanan ini masih awal, jangan berharap senyum lebar terlebih dahulu. Masih ada pilihan cumlaude atau kompre, ya Allah hati dan logika selalu berantem ketika memikirkan ini. Bismilla, All izz well..

Semoga saja program ini akan mempermudah dia dalam berinterkasi dengan darah dan melatih perlahan mencintai apa yang akan menjadi tempat mengalir rejeki untuk dirinya dan anak-anaknya. Hingga ia tak perlu lama melihat gelembung-gelembung merah untuk menghitung, cukup memasuki dalam program ini, kamu akan berlatihan perlahan mengenalnya.

” Menjadi hebat bukanlah dengan cara aksel, namun bersabar ”

Bersahabat ya para ribuan kurcaci yang akan membantuku dan dia ~

konyol #AAS ~

Tags

, ,

Konyol..

entah kenapa setiap detik yang berlalu, manusia selalu berharap harapan-harapanya selalu terwujud. Bimsalabim muncullah kenyataan dari sebuah anganan. egois.

Konyol..

detik demi menit pun berlalu dalam putaran seorang manusia. rahasia satu ke rahasia lainnya pun akan bertambah. minimal aib badan diri kita. dan kita selalu takut untuk diperlihatkan rahasia itu, namun kita akan semangat mulai mendengar hingga bercerita tingkah laku seorang preman yang sedang merokok dan memasuki fakultas kedokteran atau seorang cowok berjenggot yang sedang khusyu membaca al-quran disela antrian bank. ah hati.

Konyol..

tumpukkan buku meninggi hingga terbentuk menara eifel ala pemilik yang rajin membaca dan membeli buku ini. hingga kalau teman-temannya main ke kamarnya mereka berdegup kagum akan keluasan pengetahuannya ketika hanya melihat menara buku itu berdiri. namun ketika di minta menuliskan sebait dua bait hingga beribubiruribu tulisan dalam bentuk karya menulis dia memilih mengupdate status facebook dan berkata, “ yeay !! satu buku sudah selesai terbaca lagi, target 30 buku sehari bisa tercapai “. ah pamer.

Konyol..

terpesona akan satu kelebihan orang pun menjadi pekerjaan part time sehari-hari. memandang instagram yang penuh karya-karya orang kece mulai bidang fotografi, desain grafis, hingga videografi ataupun jurnalistik. dan berkata “ kece badai, dah. aku ingin belajar sehabis siang ini berlalu “. Sehari dua hari ketiga hari berlalu dan ia pun hanya memandang instagram, menontonnya saja. begitulah pilihannya berbunyi. ah lemah usaha.

Konyol..

Mata tak bisa tidur, perut mules tanpa alasan, keringat dingin hingga menanggapi whatsapp orang judesnya minta diampunin. kekhawatiran menjadi avatar yang ia akan kuasai ketika melalui satu hal yang baru bagi hidup. mulai berpikir yang tidak-tidak, yang sebenarnya bisa saja tidak sesulit dalam pikiran ataupun malah tak semudah yang diharapkan. yaa.. khawatir pada dunia lebih spontan terpilih dalam dua pilihan. ah manusia kita itu apalah bagi-Nya. Bukankah kedokteran itu pilihan-Nya bukan pilihanmu. pede banget untuk menyerah.

Konyol..

Tulisan ini ada karena inilah aku. Sang penulis sendiri yang butuh orangtua, adek, kawan hingga teman hidup seumur surga tempat akhir untuk menghilangkan ke konyolan-konyolan diatas. Bukankah kita sama? yang sama-sama suka bercerita sedikit demi sedikit bercerita keadaan kita di waktu yang tetap beserta tempat duduk bercanda rius gurau.

Konyol ya..

Terima kasih.

 

Kenapa? #monolog

Sore itu kamu berkata ” Habis banyak agenda ya, mukanya capek banget ”

Aku pun tersenyum sebagai tanda ternyata terlihat juga kepura-puran sehatku, dan sengaja menjawab sekenanya dengan kata ” iya, lagi ada kerjaan sampai kurang tidur, jadi zombie dulu hahaha ”

Kejadian itu pun masih berlangsung hingga tulisan ini ada. Mata panda pun jadi kawan, kadang jadi cara tidak mengantuk untuk ketawa sendiri saat mengaca. Lelah? tidak, yang ada malah semakin bersemangat mengerjakan ini. Walaupun di malam ini badan mempunyai tato baru dari licinnya jalanan, muka cipika cipiki dengan aspal, dan badan dipeluk motor. Untungnya aja motor tidak kenapa-kenapa (?). Bayangkan aja kalau motornya rusak, saya akan kemana-kemana susah dengan kaki yang pincang ini.

” Malam ini sangatlah panjang … ” kata ini yang selalu berkeliaran dalam pikiran saat senja mulai digantikan oleh sejuknya malam.

” Ah kamu ja mendzolimi badan sendiri, dosa loh ” sejenak terkadang di tengah malam saya berimajinasi bisa berbicara pada diri sendiri dan kalimat ini yang sudah sering muncul dalam beberapa minggu ini. Ah semoga itu imajinasi bukan lah sesuatu yang putih-putih >.<

Sudah duku eh dulu monolog kali ini, semoga persiapan kado untuknya bisa menjadi bagian yang menurutnya penting. susah deh sama orang yang bisa membagi mana yang penting dan mana yang tidak penting pada hidupnya ._.

Selamat berkawan corel video dan vegas pro. Temanin dalam beberapa hari atau minggu kedepan hingga mei melewati menyinari. Hanya membutuhkan senyuman saja. cukup. lebihnya milik kuasa dia dan Dia. Bukan pemberi janji, namun pemberi bukti. Itulah cukup tugasku saat ini.

Mumpung masih teringat, siapa tau tahun-tahun kedepan dia melupakan keberadaan orang apalah ini. Semoga selalu bisa belajar mengendalikan avatar kekhawatiran ya ~

rahasia kepingan.
Ibnu Budiman.
19 Maret 2015| 02:39 AM